Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Kamis, 11 Desember, mengklaim telah melakukan percakapan telepon yang panjang dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Menurut laporan dari televisi pemerintah, Putin menyatakan dukungan tegas terhadap pemerintahan Maduro serta upaya Venezuela untuk menegaskan kedaulatan dan perdamaian regionalnya.
Pernyataan ini muncul di tengah peningkatan tekanan dari Washington, yang memperketat sanksi sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk melemahkan pemerintahan Maduro.
I. Penguatan Aliansi Caracas-Moskow
Saat berpidato di hadapan para pendukungnya di Caracas, Presiden Maduro mengungkapkan bahwa Putin memuji keberanian rakyat Venezuela dan menekankan penguatan hubungan bilateral.
Poin-poin Utama Percakapan Maduro-Putin:
Dukungan Penuh: Putin menyampaikan dukungan kuat bagi upaya Venezuela dalam mempertahankan kedaulatan dan mencapai perdamaian regional.
Kerja Sama Komprehensif: Kedua pemimpin menyoroti 19 perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada 27 November lalu. Perjanjian tersebut mencakup berbagai sektor, antara lain sains, teknologi, kesehatan, pertanian, industri, dan energi.
Komisi Antarpemerintah: Maduro dan Putin mengonfirmasi rencana untuk mengadakan sesi ke-20 Komisi Antarpemerintah Tingkat Tinggi Rusia-Venezuela di Caracas pada tahun 2026. Pertemuan ini akan diselenggarakan untuk memperingati 20 tahun komisi bersama tersebut.
II. Maduro Tantang Sektor 'Ekstremis' Amerika Serikat
Dalam acara yang sama di Caracas, Maduro mengeluarkan peringatan keras yang ditujukan kepada masyarakat di Amerika Serikat. Ia mendesak warga AS untuk "mengikat tangan" sektor yang ia gambarkan sebagai "ekstremis, supremasi, dan tidak peduli" di negara tersebut.
Menurut pidato Maduro, sektor-sektor tersebut diklaim "masih ingin menjebak pemuda kita ke dalam perang dewasa baru di Amerika Selatan".
III. Konteks Peningkatan Sanksi dari Washington
Komentar Maduro ini disampaikan seiring meningkatnya tekanan dari Washington terhadap Caracas. Pemerintah AS telah memberlakukan sanksi baru yang secara spesifik menargetkan:
Perusahaan pelayaran dan kapal tanker minyak.
Kerabat dari istri Maduro.
Sanksi-sanksi baru ini dikenakan atas dugaan keterkaitan dengan ekspor minyak Venezuela yang telah disanksi serta tuduhan korupsi. Tindakan ini merupakan bagian dari "kampanye AS yang lebih luas untuk melemahkan pemerintahan Maduro".