Langsung ke konten utama

Krisis Listrik di Aceh Kian Parah: Pemadaman Meluas, Warga Pidie Mengeluh Hanya Dua Kali Dijatah Listrik dalam 16 Hari

 

Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir bandang di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, 8 Desember 2025. Antara/Erlangga Bregas Prakoso

SIGLI, ACEH – Permasalahan pemadaman listrik di Aceh dilaporkan masih belum teratasi dan kini telah menjadi masalah serius yang meluas. Di Kabupaten Pidie, situasi pemadaman semakin mengkhawatirkan, bahkan di wilayah perkotaan, di mana pasokan listrik yang diberikan kepada warga sangat minim dan tidak merata.

Jurnalis Metro TV, Rudi Hermawan, melaporkan langsung dari Kota Sigli, Kabupaten Pidie, bahwa kondisi di pinggiran kota masih sangat gelap gulita karena listrik padam dan belum menyala hingga malam hari.

Keluhan Warga: Hidup dalam Gelap Selama Dua Minggu Lebih

Salah seorang warga Kota Sigli, Ibu Ayu, mengungkapkan betapa parahnya dampak pemadaman listrik di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa daerahnya telah mengalami kondisi listrik padam selama kurang lebih 16 hari.

"Kurang lebih kita mengalami keadaan seperti ini sekitar 16 hari. Mungkin baru dua kali kita hidup lampu," ujar Ibu Ayu.

Pasokan listrik yang diterima pun sangat minim, yakni hanya dijatah selama 10 hingga 11 jam per kejadian, bukan hidup secara normal atau merata.

Aktivitas Rumah Tangga Terganggu

Pemadaman listrik yang ekstrem ini sangat mengganggu aktivitas rumah tangga. Ibu Ayu, yang merupakan ibu rumah tangga, mengeluh bahwa banyak pekerjaannya yang sangat bergantung pada listrik terhambat.

Kendala Utama yang Dihadapi Warga:

  • Air Bersih: Listrik dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air (sanyo).

  • Memasak: Warga semakin kesulitan karena selain listrik padam, mereka juga menghadapi kelangkaan gas dan minyak.

Meskipun warga merasa harus bersyukur karena tidak terdampak langsung oleh bencana alam, mereka mengeluhkan ketidakmerataan giliran listrik dibandingkan daerah lain. "Hidupnya lampunya bergilir tapi tidak merata," keluhnya.

Harapan Warga kepada Pemerintah

Warga berharap agar pihak berwenang, khususnya PLN, dapat melakukan penggiliran listrik secara lebih merata dan segera mengupayakan normalisasi pasokan.

Warga juga berharap pemerintah lebih sigap dalam menghadapi situasi pasca-bencana. Kondisi gelap gulita ini bahkan terjadi di wilayah pinggiran Kota Sigli yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Pendopo Bupati Pidie. Masyarakat mendesak agar pemerintah segera mengusahakan agar listrik dapat kembali normal secepatnya.