Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Banjaranyar Budi Daya Nila Black Prima untuk Program Makan Bergizi Gratis
BANYUMAS – Pemerintah Desa Banjaranyar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melakukan terobosan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam melimpah melalui budi daya ikan nila jenis Black Prima. Program ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan keuntungan finansial bagi warga, tetapi juga sebagai pilar ketahanan pangan lokal.
Penerapan Sistem Bioflok dan Skala Produksi
Budi daya ini dikelola dengan memanfaatkan teknologi Bioflok, yang dikenal efisien dalam penggunaan lahan dan air. Saat ini, fasilitas budi daya terdiri dari:
14 Kolam Bioflok: Memiliki kapasitas antara 400 hingga 800 ekor ikan per kolam.
3 Kolam Konvensional: Memiliki kapasitas besar hingga 2 kuintal.
Total Produksi: Saat ini tercatat sekitar 15.000 ekor ikan nila yang sudah siap untuk dipanen.
Pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Salah satu poin utama dari program ini adalah integrasinya dengan kebijakan nasional. Hasil panen ikan nila dari Desa Banjaranyar direncanakan menjadi pasokan rutin bagi layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah setempat.
Langkah ini diambil untuk mendukung program Presiden dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional melalui pemberdayaan ekonomi desa dan pengelolaan sumber daya secara mandiri.
Alasan Pemilihan Ikan Nila Black Prima
Pihak pengelola desa menjelaskan bahwa pemilihan ikan nila Black Prima didasarkan pada beberapa keunggulan strategis, antara lain:
Perawatan Mudah: Ikan nila dikenal memiliki daya tahan yang baik sehingga memudahkan warga dalam pemeliharaan.
Harga Stabil: Pangsa pasar ikan nila cenderung luas dengan fluktuasi harga yang sangat minim.
Minat Konsumsi Tinggi: Ikan nila merupakan salah satu komoditas yang sangat digemari oleh masyarakat luas untuk konsumsi sehari-hari.
Melalui komitmen ini, Desa Banjaranyar kini menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam upaya memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjamin ketersediaan gizi bagi generasi muda di wilayahnya.