Bojonegoro, Blora, dan Lamongan – Sejumlah insiden tragis akibat tenggelam terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tim SAR gabungan disibukkan dengan operasi pencarian, yang mana beberapa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah hilang selama berhari-hari. Bersamaan dengan penemuan jenazah, pihak kepolisian kembali mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat, khususnya orang tua, tidak membiarkan anak-anak bermain di area perairan saat musim penghujan.
Remaja Bojonegoro Ditemukan Tewas Setelah Dua Hari Pencarian
Setelah dua hari pencarian intensif, seorang remaja berusia 14 tahun, Khoirul Anam, akhirnya ditemukan tewas tenggelam di Sungai Gelonggong, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Korban dilaporkan hilang setelah bermain di aliran sungai tersebut bersama teman-temannya. Berdasarkan keterangan saksi, Khoirul sempat beberapa kali berhasil menepi setelah meloncat ke sungai, namun tiba-tiba tidak muncul kembali ke permukaan.
Pada Kamis siang, jenazah Khoirul Anam berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar 500 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam. Penemuan jenazah disambut tangis haru oleh keluarga di rumah duka, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Delapan Santri Putri Hanyut di Sungai Lusi Blora, Lima Masih dalam Pencarian
Tragedi serupa juga terjadi di Jawa Tengah. Delapan santri perempuan dari pondok pesantren Almaun di Kabupaten Blora dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Lusi pada Kamis. Para santri tersebut sedang asyik bermain di pinggir aliran sungai ketika tiba-tiba arus sungai menjadi deras dan menyeret mereka.
Dalam operasi penyelamatan awal, tiga dari delapan anak tersebut berhasil ditemukan oleh tim dengan kondisi selamat dan sadar. Namun, hingga laporan ini disampaikan, lima santri lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan bersama Polsek Blora yang terus menyisir aliran Sungai Lusi ke arah timur. Status kedelapan anak tersebut dikonfirmasi sebagai anak-anak pelajar pondok pesantren.
Mahasiswa Surabaya Tewas Tenggelam di Waduk Lamongan
Sementara itu, di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, operasi pencarian terhadap seorang mahasiswa juga berakhir tragis. Ahmad Syauki Abdullah (19), warga Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, yang tenggelam di Waduk Penguripan, Kabupaten Lamongan, akhirnya ditemukan tewas.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Rabu pagi saat sedang berenang di kawasan waduk bersama sepuluh temannya. Ahmad mendadak hilang dari pandangan saat berenang di bagian tengah waduk.
Jasad korban ditemukan oleh tim gabungan Basarnas dan polisi pada Kamis siang, tidak jauh dari lokasi terakhir korban tenggelam. Setelah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan autopsi, operasi SAR gabungan untuk kasus ini secara resmi dihentikan.
Imbauan Keras Kepolisian Saat Musim Hujan
Meningkatnya intensitas hujan yang menyebabkan debit air sungai dan waduk naik menjadi faktor risiko utama serangkaian insiden ini. Menyikapi rentetan tragedi ini, Kapolsek Blora dan pihak kepolisian setempat mengimbau agar seluruh masyarakat mengambil langkah pencegahan serius.
Masyarakat diimbau keras untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai atau embung saat musim penghujan, mengingat kondisi arus air dapat berubah drastis secara tiba-tiba dan sangat berbahaya.